Minggu, 10 Januari 2016

"Dan Bandung bagiku bukan cuma masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan yang bersamaku ketika sunyi".



"Dan Bandung bagiku bukan cuma masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan yang bersamaku ketika sunyi".

Sepenggal kalimat diatas memang bermakna untuk ku. Dan Bandung adalah tempat dimana aku dilahirkan, belajar makan dan bertahan hidup, bertumbuh dan membesar.

Garis keturunan pertama dari seorang buruh pabrik dan Ibu rumah tangga. Namun sayang 22 tahun kemudian baru saya menyadari, bahwa mereka memang sangat pantas menyandang gelar "Orang Tua".

Tahun 2007, selesailah sudah menyandang pekerjaan sebagai "Pelajar", dan seorang buruh pabrik itu bertanya padaku " Apa kau mau bergelar "Mahasiswa"?

Otak ku berputar, memikirkan banyak hal, kekhawatiran akan biaya menyeruak dalam benak, tak ada denting kata yang terdengar dari mulutku.

Buruh pabrik itu pun lanjut berucap, " Nanti bapak yang biaya-i",
Buruh pabrik itu Bapak ku,

Otak ku berputar lagi, terbayang 5 wajah adik ku,
Ya, Buruh pabrik itu memiliki 6 Keturunan
Dan aku hanya berucap "tidak perlu", lalu menghilang dari hadapannya

Percakapan kami di atas, salah satu percakapan yang masih saya ingat jelas,
dan mata ini selalu basah ketika teringat

Orang Tua, Selalu menyiapkan yang terbaik yang bisa mereka berikan.

Balikpapan, malam ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar